Testimonial

Kisah Sukses Sopir & Satpam Berinvestasi Saham online

 

Berinvestasi di pasar saham dapat dilakukan oleh siapa saja. Bahkan, seorang sopir dan satpam meraup untung jutaan rupiah dari investasi di pasar modal. Bagaimana kisahnya?

Percaya diri. Ungkapan yang diucapkan oleh Warren Edward Buffet sebagai investor, pengusaha, dan philanthropist asal Amerika Serikat itu mungkin tepat digunakan oleh dua investor individu ini.
“Untuk menjadi investor yang sukses Anda harus melepaskan diri dari ketakutan dan keserakahan orang-orang di sekitar Anda, meskipun hal tersebut sulit. Percaya dirilah dengan kemampuan yang Anda miliki,” ujar Buffet.

Dua orang yang ProfitWorking.com temui pada akhir pekan lalu tidaklah mengenal Warren Buffet. Dua orang itu adalah Aab Abdullah dan Suherman, pemenang ajang Awards 2016 yang digelar oleh PT Profit Persada.
Seorang pengemudi Uber mobil bernama Aab Abdullah berusia 49 tahun itu dulunya adalah sopir taksi Blue Bird. Pria beranak satu tersebut bukanlah lulusan sarjana atau ahli trader saham.

Awalnya, dia sopir taksi biasa. Lelaki berpostur sedang dengan kulit sawo matang yang tinggal di Citeureup Bogor itu tidak mengenal dunia pasar modal sama sekali.
Saat mangkal di depan gedung PT Profit Persada Indonesia sekitar 1,5 tahun silam, dia mendapatkan penumpang dari sana. Sebagai sopir, dia terbiasa mengajak ngobrol penumpang, hingga membahas soal saham online.

Penumpang itu dengan telaten menjelaskan seluk-beluk dunia pasar modal. Dia menyarankan Aab untuk memutar siaran radio yang membahas soal saham online.
Sejak saat itu, Aab getol mencari tahu soal tanam saham online. Tak lama berselang, dia kembali mendapatkan penumpang dari gedung PT Profit Persada.
Kala itu, di BEI tengah ada acara ‘Yuk! Nabung Saham’. Penumpang itu menjelaskan setelah ditanya oleh Aab soal ‘Yuk! Nabung Saham’ tersebut. Aab disarankan untuk mendatangi acara itu karena keesokan harinya adalah hari terakhir.

Sesuai saran penumpang, Aab akhirnya masuk ke acara ‘Yuk! Nabung Saham’ di hari terakhir. Dia bingung dengan banyaknya booth dengan nama perusahaan yang tidak dikenalnya.
Pertanyaan-pertanyaan Aab soal saham dan investasi di pasar modal dijawab oleh petugas PT Profit Persada meski dirinya tidak memahami, Aab hanya mengangguk-angguk saja. Hingga akhirnya dia bertanya cara dan langkah berinvestasi saham.

Saat petugas PT profit Persada menanyakan telepon selular yang dimiliki oleh Aab untuk memantau pergerakan saham, dia menunjukkan handphone polyphonic yang hanya bisa SMS dan telepon. Aab disarankan untuk membeli smartphone bila ingin memantau pergerakan harga saham dalam investasi.

Tiga bulan berselang, Aab telah memiliki smartphone murah. Dia menelepon petugas dari PT Profit Persada untuk mendaftar sebagai nasabah. Dia juga telah menyiapkan dana Rp3 juta sebagai modal. Sebulan kemudian, Dia mendapatkan penjelasan dan pesan dari petugas, “Kalau hijau itu jual, merah tahan.”
Saham pertama yang dibeli Aab adalah di PT profit persada . Dia memborong saham WIKA yang kemudian terus merah selama tiga pekan. Pesan yang disampaikan petugas Mansek agar menahan investasinya saat saham berwarna merah, dipegang teguh oleh Aab.

Tiba-tiba saja, saham WIKA menghijau. Dia kemudian menghubungi broker untuk menjual saham WIKA. Tapi, broker menyarankan untuk menahan sementara, sampai akhirnya dia mendapatkan keuntungan cukup besar dari saham WIKA, Aab lalu melepas saham WIKA dan mendapatkan Rp300.000 dari Rp3 juta sebagai imbal hasil perdana.

Mengawali debut perdana sebagai investor, Aab sakit-sakitan. Dia memutuskan untuk resign sebagai driver Blue Bird. Tapi, Aab justru mendapat protes dari broker Mansek dengan keputusan keluar sebagai pengemudi taksi.
“Investasi saham itu bukan pekerjaan utama, bapak harus punya pekerjaan utama,” ujar Aab menirukan broker Mansek saat itu.
Kepalang basah, Aab menganggur selama enam bulan setelah resign dari sopir Blue Bird. Dia rajin ikut kelas pelatihan saham yang diadakan oleh Mansek. Aab kian getol mencari tahu soal investasi di saham online.

Dari modal Rp3 juta dan terus top up, Aab akhirnya telah mengantongi keuntungan yang lumayan. Dia kemudian bertemu dengan mitra Uber, layanan taksi berbasis online.
Mitra Uber saat itu menawari dia untuk menjadi pengemudi dengan menggunakan mobil milik rental atau mau menggunakan mobil sendiri. Aab berpikir keras, dia ingin memiliki mobil sendiri biar lebih fleksibel.
Dia berkonsultasi dengan broker Mansek, dan berhitung portofolionya. Akhirnya, Aab menarik dana Rp40 juta dari rekening efek miliknya untuk uang muka membeli mobil.
Mobil Agya adalah pilihannya dengan down payment (DP) Rp40 juta itu. Dia membeli sebelum lebaran tahun ini. Setelah lebaran, dia bergabung dengan Uber sebagai mitra.
Kini, Aab memiliki portofolio PT Profit Persada sebesar Rp180 juta. Portofolio itu dimiliki setelah 1,5 tahun menjadi investor ritel dan telah ditarik Rp40 juta untuk DP mobil.

“Saya hitung-hitung sebulan bisa dapat untung Rp1 juta, kalau tiga bulan malah pernah sampai Rp20 juta. Saya tidak pernah menarik semua portofolio saham, separuh saja untuk dipindahkan ke saham lain, mesti sabar,” tuturnya.
Setali tiga uang, petugas keamanan alias Satuan Pengamanan (Satpam) asal Bandung bernama Suherman juga telah menjadi investor individu yang terbilang sukses. Pria berusia 34 tahun itu tertarik ke saham online sejak 2008.
Kala itu, dia mencari tahu apa itu saham, bagaimana investasi saham, dan lainnya, melalui buku-buku dan internet. Kemudian, pada 2011, dia memutuskan untuk menjadi investor dengan modal Rp7 juta.

Lelaki lulusan D3 jurusan Administrasi Bisnis di Bandung itu telah bekerja sebagai petugas keamanan gedung sejak 2005. Kini, dia bekerja sebagai investor di PT profit Persada.

“Pertama dulu Rp7 juta beli saham online dan konstruksi. Sekarang keuntungannya dalam tiga hari bisa Rp2 juta, ada juga Rp500.000. Kalau saya dari portofolio 60% buat tabungan, 40% buat trading,” kata dia.
Dia pernah mengantongi untung Rp2 juta dalam 3 hari saat membeli saham PT Profit persada Waktu itu, dia memborong saham online senilai Rp8 juta, dan langsung untung dalam waktu 3 hari saja.

Kini, portofolio yang dikempitnya melalui online telah mencapai Rp70 juta dari modal awal Rp7 juta. Padahal, nyaris setiap bulan, dia juga menarik dana dari rekening nasabahnya itu untuk keperluan sehari-hari.
Baginya, investasi di saham modal itu tidak perlu takut. Investasi saham dinilai memberikan kesejahteraan di masa depan, investor individu seperti dia pasti akan mendapatkan berkahnya bila terus belajar berinvestasi

Direktur Utama PT Profit Persada Silvano Rumantir mengungkapkan pengembangan investor domestik dari sisi ritel menjadi kunci penting untuk kemajuan saham oline Indonesia. Diharapkan, penghargaan bagi investor individu dapat menumbuhkan minat bagi masyarakat untuk berinvestasi di saham modal
“Para pemenang diharapkan dapat menjadi figur positif bagi lingkungan sekitarnya dan membuktikan bahwa investasi di saham online dapat dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan latar belakang yang sangat beragam,” kata dia.

PT Profit Persada Online Awards 2016 untuk Award 2016 diberikan untuk 10 kategori pemenang. Saat ini, PT Profit Persada telah menjadi mitra dari 57.000 individu dengan pertumbuhan aktif harian sebesar 35% Hingga Oktober, nilai transaksi harian di PT Profit Persada mencapai Rp230 miliar per hari, naik 45% dari Rp180 miliar pada 2015.

Publications

Hubungi Kami

081285859300

081285859300

Join Us Now

Tidak ada kata terlambat jika Anda memiliki niat untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Hanya meluangkan waktu 1-2 jam saja sehari Anda bisa mendapatkan profit yang bertubi-tubi. Ayo buktikan sendiri!

Call us whatsapp